">

Selasa, 04 Desember 2012

Untaian Kata-Kata Akhir Diego Mendieta


Betapa “manusiawi” untaian kata-kata yang terucap di akhir hayat Diego Mendieta. Sebuah keharuan yang sewajarnya menjadi renungan bagi siapapun, khususnya yang mengaku “mampu” mengelola sepak bola berikut para pemainnya (komoditinya – Red).
“Aku gak minta gaji full.  Cuma minta tiket pesawat. Biar bisa pulang ketemu Mama, dan mati di negaraku…” Begitu salah satu keluh dan harapannya. 
Bahkan, yang lebih menyayat hati, tatkala Mendieta seakan sudah amat merindukan keluarga, Mama, serta Paraguay – negeri asalnya. Begini almarhum berucap  ; “Kata dokter, aku terlalu banyak pikiran. Dimana tidak memikir, kalau gaji belum dilunasi. Tapi aku sudah ingin pulang…..”
Beberapa waktu lalu, sebuah televisi swasta nasional sempat membuat reportase dirinya. Kala itu Mendieta berujar, “Saya ingin hak saya. Tolonglah. Saya sakit. Saya hanya ingin membayar biaya rumah sakit ini.”
Eks bomber Persitara Jakarta Utara itu sebelum meninggal selalu menanyakan keinginan untuk segera pulang ke tanah kelahirannya, Paraguay.  Salah satu rekan Diego yang selalu menemani saat masa perawatan, Arum, mengaku berulang-kali almarhum memintanya mengurus proses kepulangan ke Paraguay.
Saat ditanya kondisi terakhir Diego Mendieta, Arum mengaku pemain bernomor punggung 33 di Persis musim lalu itu sempat muntah sebelum dibawa ke ruang ICU RSDM, Senin malam. “Sebelum dibawa ke ICU, Diego sempat muntah. Lalu segera dibawa ke ICU”, rinci Arum. (90menit.co)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar